BAGIAN-BAGIAN PENTING DARI SKRIPSI

Thursday, April 11th 2013. | Pendidikan
BAGIAN-BAGIAN PENTING DARI SKRIPSI

BAGIAN-BAGIAN PENTING DARI SKRIPSI

BAGIAN-BAGIAN PENTING DARI SKRIPSI yang hasus di mengerti oleh mahasiswa yang akan menyelesaikan tugas akhir kuliahnya.

Skripsi¬†adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu¬†karya tulis ilmiah¬†berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. (http://id.wikipedia.org¬†). Dengan demikian maka sanggatlah perlu di mengerti “BAGIAN-BAGIAN PENTING DARI SKRIPSI” agar tidak sering-sering “revisi”, so revisi skripsi itu sanggat membosankan heheh…… (pengalaman pribadi).

¬†Diantara “BAGIAN-BAGIAN PENTING DARI SKRIPSI” adalah :

1. Ukuran Kertas Quarto/A.4 minimal 70 gram dengan batas-batas margin;

Batas kiri 4 cm

Batas kanan 3 cm

Batas atas 3 cm

Batas bawah 3 cm

2. Jenis Font (huruf) yang digunakan Times New Roman 12/Arial 11.

  1. Spasi digunakan ukuran 2 spasi, kecuali pada kutipan dan abstrak  dibuat dalam 1 spasi.
  2. Diserahkan dalam bentuk penjilidan 3 bendel dengan warna sampul menyesuaikan masing-masing jurusan
  3. Bentuk dan jenis penelitian dapat berupa
    1. 1.                 Penelitian Eksperimen
    2. 2.                 Penelitian Ex Post Facto
    3. 3.                 Penelitian Deskriftif
    4. 4.                 Penelitian Historis/Kajian Pustaka

 

 

A. BENTUK LAPORAN DAN PENELITIAN EKSPERIMEN

  1. 1.  Isi Bagian Awal
    1. Halaman Sampul
    2. Lembar Logo
    3. Halaman Judul
    4. Lembar Persetujuan
    5. Abstrak (Bukan Abstraksi)
    6. Kata Pengantar
    7. Daftar Isi
    8. Daftar Gambar
    9. Daftar Lampiran
    10. Daftar Lainnya (mis. Riwayat Hidup)
  1. 2.  Isi Bagian Inti
    1. Bab I Pendahuluan = 5
    2. Bab II Kajian Pustaka/Landasan Teori = 7
    3. Bab III Metodologi Penelitian = 4
    4. Bab IV Hasil Penelitian dan Analisis = 6
    5. Bab V Penutup = 3    
  1. 3.  Isi Bagian Akhir
    1. Daftar Rujukan
    2. Lampiran-lampiran
    3. Riwayat Hidup 

B. PENJELASAN BAGIAN DEMI BAGIAN

Isi Bagian Awal

  1. 1.  Halaman Sampul

Halaman sampul berisi : Judul, kata skripsi secara lengkap disertai dengan identitas peneliti dan almamaternya. (Nama, NPM, Jurusan, Fakultas, logo dan lambang perguruan tinggi, tahun lulus ujian). Semuanya ditulis dalam huruf capital dengan susunan secara simetris.

 

  1. 2.  Halaman Logo

Hanya berisi lambang IKIP Budi Utomo Malang dengan ukuran menyesuaikan.

 

  1. 3.  Halaman Judul

Formatnya sama dengan halaman sampul, hanya ditambahkan teks: Skripsi Diajukan Kepada Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Budi Utomo Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana Pendidikan Matematika

 

  1. 4.  Lembar Persetujuan

Ada dua lembar yaitu lembar pertama memuat persetujuan para pembimbing . Hal yang dicantumkan adalah (1) Skripsi oleh ….. ini telah disetujuai untuk diujikan (2) Nama Pembimbing lengkap dengan Nomor Induk Pegawai (jika ada)

Lembar kedua berisi pengesahan skripsi oleh para pembimbing/penguji dan ketua jurusan atau dekan

  1. 5.  Abstrak

Kata Abstrak ditulis ditengah halaman.  Dituliskann judul skripsi di bawah abstrak disertai dengan nama dosen pembimbing  dengan gelar akademiknya. Dalam abstrak dicantumkan kata kunci  yang ditempatkan dibawah nama dosen pembimbing . Jumlah kata kunci 3-5 kata. Kata kunci diperlukan untuk komputerisasi system informasi ilmiah. Dengan kata kunci dapat menemukan judul skripsi.

Abstrak memuat intisari skripsi secara pada dan singkat yang mencakup latar belakang , masalah yang diteliti, metode yang digunakan, hasil-hasil yang diperoleh, kesimpulan akhir, dan (kalau ada) saran yang diajukan.

Teks dalam abstrak dibuat spasi tunggal dengan panjang kalimat tidak melebihi 2 halaman kertas quarto (A4).

 

  1. 6.  Kata Pengantar

Mencantumkan ucapan terima kasih penulis yang ditujukan kepada orang-orang, lembaga, organisasi atau pihak lain yang telah banyak membantu penyelesaian skripsi. Panjang tidak melebihi 2 halaman quarto. Pada bagian akhir kata pengantar (pojok kanan bawah) dicantumkan kata penulis tanpa menyebut nama penulisnya.

 

  1. 7.  Daftar Isi

Memuat Judul Bab, subbab, dan anak subbab disertai dengan nomor halaman pemuatannya di dalam teks. Semua judul bab diketik huruf capital, sedangkan bagian subbab dan anak subbab hanya ditulis dengan huruf capital pada bagian awalnya saja.

 

  1. 8.  Daftar Tabel

Memuat nomor table, judul table serta nomor pemuatan tabelnya. Judul table yang lebih dari satu baris ditulis dalam spasi  tunggal. Antar judul table diberi jarak 1,5 spasi.

 

  1. 9.          Daftar Gambar

Memuat nomor gambar, judul gambar, serta nomor pemuatan gambaran, dalam teks. Judul gambar lebih dari satu baris ditulis dalam spasi tunggal. Antar judul gambar berjarak 1,5 spasi.

 

  1. 10.  Daftar Lampiran

Memuat nomor lampiran, judul lampiran, serta nomor pemuatan lampiran dalam teks. Judul lampiran lebih dari satu baris ditulis dalam spasi tunggal. Antar judul lampiran berjarak 1,5 spasi.

 

  1. 11.  Daftar Lainnya

Jika dalam suatu skripsi banyak digunakan tanda-tanda lain yang mempunyai makna esensial (misalnya singkatan atau lambang) terutama dalam matematika, teknik atau bahasa maka perlu ada daftar khusus mengenai lambang-lambang atau tanda-tanda tersebut.

 

Isi Bagian Inti

Bab I 

Pendahuluan

1.1    Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah mengemukakan kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoritik maupun praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. Dalam latar belakang masalah dipaparkan secara ringkas tentang teori, hasil penelitian, kesimpulan sebuah seminar atau pengalaman pribadi yang berkaitan erat dengan masalah yang diteliti. Dengan demikian, masalah yang diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh.

 

1.2  Rumusan Masalah

Adalah suatu pertanyaan yang akan dijawab dalam sebuah penelitian. Oleh karena itu hendaknya disusun secara singkat.  Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variable-variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variable tersebut, dan subjek penelitian. Selain itu rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris atau dengan kata lain memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.

Contoh:

  • Adakah perbedaan prestasi belajar matematika dalam menyelesaikan soal¬†¬† cerita antara Proses Belajar Mengajar (PBM) yang menggunakan metode X dan Y pada siswa kelas V SD Alengkapura-Malang
  • Adakah hubungan antara prestasi belajar matematika dengan fisika pada siswa kelas VII SMP Negeri Balaidesa-Malang

1.3  Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Masalah penelitian dirumuskan dengan menggunakan kalimat Tanya, sedangkan tujuan penelitian dinyatakan dalam bentuk pernyataan.

Contoh:

  • Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan prestasi belajar matematika dalam menyelesaikan soal¬†¬† cerita antara yang PBM ¬†menggunakan metode X dan Y pada siswa kelas V SD Alengkapura-Malang
  • Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara prestasi belajar matematika dengan fisika pada siswa kelas VII SMP Negeri Balaidesa-Malang

 

1.4  Hipotesis Penelitian (Fakultatif)

Hipotesis dalam sebuah penelitian tidak harus selalu ada, sehingga tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis penelitian. Penelitian kuantitatif yang bersifat eksploratif dan deskrftif tidak membutuhkan hipotesis.

Secara procedural hipotesis diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesis adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh dari kajian pustaka. Hipotesis merupakan jawaban terhadap masalah penelitian yang dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya.

Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitive atau directional, artinya dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan perbedaan antar varuabel , melainkan telah ditunjukkan sifat hubungan atau keadaan perbedaan tersebut.

Contoh :

  • Ada perbedaan prestasi belajar matematika dalam menyelesaikan soal¬†¬† cerita antara Proses Belajar Mengajar (PBM) yang menggunakan metode X dan Y pada siswa kelas V SD Alengkapura-Malang
  • Ada hubungan antara prestasi belajar matematika dengan fisika pada siswa kelas VII SMP Negeri Balaidesa-Malang
  • Prestasi belajar matematika siswa kelas X SMU Negeri Padalarang yang¬† pekerjaan rumah dikoreksi bersama lebih tinggi dibandingkan dengan pekerjaan rumah tidak dikoreksi.

Perlu diingat bahwa hipotesis yang baik hendaknya:

  1. Menyatakan hubungan (pertautan) antara dua variable atau lebih
  2. Dapat diuji secara empiris
  3. Dirumuskan dalam pernyataan yang singkat, padat, dan jelas. 

 

1.5  Kegunanaan Penelitian

Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya sebuah penelitian terutama bagi pengembangan ilmu pengetahuan atau pelaksanaan pembangunan dalam arti yang luas. Dengan kata lain dalam subbab ini berisi alas an kelayakan atas`masalah yang diteliti. Dari uraian tersebut diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan.

 

1.6  Asumsi (Fakultatif)

Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pejakan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. Misalnya peneliti mengajukan asumsi bahwa sikap murid dapat diukur dengan menggunakan skala sikap, sehingga dalam penelitian peneliti tidak perlu membuktikan kebenaran hal yang diasumsikan tersebut. Oleh karena itu peneliti dapat langsung memanfaatkan hasil pengukuran sikap yang diperolehnya.

Asumsi dapat bersifat substantive atau metodologis. Asumsi substantive berhubungan dengan masalah penelitian, sedangkan asumsi metodologis berkaitan dengan metodologi penelitian.

Yang perlu diperhatikan peneliti adalah, dalam suatu penelitian asumsi adalah sesuatu yang tidak harus ada (fakultatif).

1.7  Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian

Yang dikemukakan dalam subbab ruang lingkup penelitian adalah variable-variabel yang diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. Juga dapat dipaparkan penjabaran variable menjadi subvariabel beserta indikator-indikatornya.

Keterbatasan penelitian tidak harus selalu ada, namun demikian  keterbatasan seringkali diperlukan agar para pembaca dapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada. Keterbatasan penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian. Keterbatasan yang sering dihadapi menyangkut pada dua hal. Pertama, keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa dilakukan karena alasan-alasan procedural, teknik penelitian, ataupun karena factor logistic. Kedua, keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dari adapt, tradisi, etika, dan kepercayaan yang tidak memungkinkan bagi peneliti untuk mencari data yang diinginkan. 

1.8  Definisi Istilah (Fakultatif)

Definisi istilah diperlukan apabila diperkirakan akan timbul perbedaan pengertian atau kekurangjelasan makna seandainya penegasan istilah tidak diberikan. Istilah yang ditegaskan adalah yang berhubungan dengan konsep pokok dalam penelitian. Kriteria bahwa suatu istilah jika istilah tersebut terkait erat dengan masalah yang diteliti  atau variable penelitian. Penegasan istilah disampaikan secara langsung  dan tidak diuraikan asal-usulnya. Penegasan istilah lebih dititikberatkan pada pengertian yang diberikan oelh peneliti.

Penegasan istilah dapat berbentuk definisi operasional variable yang akan diteliti, definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang dapat diamati. Secara tidak langsung definisi operasional akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan. Contoh definisi operasional dari variable ‚Äúprestasi aritmatika‚ÄĚ adalah kompetensi dalam bidang aritmatika yang meliputi menambah, mengurangi, mengalikan, membagi, dan menggunkan decimal.

Penyusunan definisi operasional perlu dilakukan karena dengan teramatinya konsep atau konstruk yang diselidiki akan memudahkan pengukurannya. Selain itu penyusunan definisi operasional memungkinkan orang lain melakukan hal yang serupa sehingga apa yang akan dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain.

 

 

Bab II Kajian  Pustaka

Penelitian sebagai kegiatan ilmiah, didalamnya memerlukan dugaan atau jawaban sementara sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan. Dengan cara demikian akan diperoleh jawaban yang diandalkan. Sebelum mengajukan hipotesis, peneliti wajib mengkaji teori-teori  atau hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan masalah yang akan diteliti.  Dalam mengkaji suatu teori, tidak hanya teori yang relevan saja lebih-lebih teori yang bertentantan juga diperlukan sebagai kerangka berpikir peneliti.

Kajian pustaka memuat dua hal pokok. Pertama, deskripsi teoritis tentang objek (variable) yang diteliti dan kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis yang diajukan dalam bab yang mendahuluinya. Untuk dapat memberikan deskripsi teoritis terhadap variable yang diteliti, maka diperlukan adanya kajian teori yang mendalam. Kedua, argumentasi atas hipotesis yang diajukan menuntut peneliti untuk mengintegrasikan teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil kajian mengenai temuan penelitian yang relevan. Pembahasan terhadap hasil penelitian tidak dilakukan secara terpisah dalam subbab tersendiri.

Prinsip bahan pustaka yang dikaji didasarkan pada dua criteria, yaitu:

  • Prinsip kemutakhiran (kecuali untuk penelitian histories), prinsip kemutakhiran pnting karena ilmu pengetahuan terus berkembang dengan cepat. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah ditinggalkan pada periode berikutnya. Dengan prinsip kemutakhiran, peneliti dapat berargumentasi berdasarkan pada teori-teori yang pada waktu itu dipandang paling representative. Hal yang serupa juga berlaku terhadap telaah laporan-laporan penelitian.
  • Prinsip relevansi,¬† hal ini diperlukan untuk menghasilkan kajian pustakayang erat kaitannya dengan masalah yang diteliti.

 

Bab III Metodologi Penelitian

Pokok-      pokok pikiran yang terdapat dalam metodologi penelitian adalah Rancangan Penelitian, Populasi dan Sample, Instrumen Penelitian, Teknik Pengumpulan Data, dan Teknik Analisis Data.

 

3.1  Rancangan Penelitian

Penjelasan mengenai rancangan atau desain penelitian yang digunakan perlu diberikan untuk setiap jenis penelitian, terutama penelitian eksperimental. Rancangan penelitian diartikan sebagai strategi untuk mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variable dan tujuan penelitian. Dalam penelitian eksperimental rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan variable-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variable terikat. Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian eksperimen selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji.

Pada penelitian noneksperimental, bahasan dalam subbab rancangan penelitian berisi penjelasan tentang jenis penilitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya, apakah penelitian ekploratoris, deskriptif, eksplanatoris, survai, atau yang lain. Disamping itu dalam bagian ini dijelaskan pula variable-variabel yang dilibatkan dalam penelitian serta sifat hubungan antara variable-variabel tersebut.

 

3.2  Populasi Penelitian

Istilah populasi dan sample tepat digunakan jika penelitian yang dilakukan menggunakan sample sebagai subjek penelitian. Akan tetapi jika sasarannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian.

Penjelasan yang akurat tentang karakteristika populasi penelitian perlu diberikan, agar banyaknya sample dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat.  Tujuannya agar sample yang dipilih benar-benar representative atau dapat mencerminkan keadaan populasinya secara cermat. Sifat Kerepresentatifan sample merupakan criteria penting dalam pemilihan sample dalam kaitannya dengan maksud menggeneralisasikan hasil-hasil penelitian terhadap sample ke populasinya, maka semakin besarlah kemungkinan kekeliruan dalam pengambilan kesimpulan.

Jadi hal-hal yang dibahas dalam subbab populasi dan sample adalah: (a) indentifikasi dan batasan-batasan tentang populasi atau subjek penelitian, (b) prosedur dan teknik pengambilan sample, serta (c) banyaknya sample.

 

3.3  Instrumen Penelitian

Pada bagian ini dikemukakan instrument yang digunakan untuk mengukur variable yang diteliti. Setelah itu baru dipaparkan prosedur pengembangan instrument pengumpul data atau alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. Dengan cara ini akan terlihat apakah instrument yang digunakan sesuai dengan variable yang diukur, paling tidak ditinjau dari segi isinya. Sebuah instrument yang baik juga harus memenuhi persyaratan realibilitas. Apabila alat ukur tidak dibuat sendiri oleh peneliti, tetap ada kewajiban melaporkan tingkat validitas dan realibilitas tentang instrument yang digunakan.

Hal lain yang perlu diungkapkan dalam instrument penelitian adalah cara pemberian skor atau kode masing-masing butir pertanyaan. Untuk alat dan bahan harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang digunakan. Khusus dalam bidang eksakta istilah instrument penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena belum mencakup keseluruhan hal yang digunakan dalam penelitian. Oleh karenanya subbab ini dapat diganti dengan Alat dan Bahan.

 

3.4  Teknik Pengumpulan Data

Bagian ini menguraikan (a) langkah-langkah yang ditempuh dan Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, (b) Kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data, serta (c) jadual waktu pelaksanaan pengumpulan data.

Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pengumpul data, perlu dijelaskan cara pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas. Proses mendapatkan ijin penelitian, menemui pejabat berwenang, dan hal lain yang sejenis tidak perlu dilaporkan. Walaupun hal ini adalah sesuatu yang tidak dapat dilewatkan dalam proses pelaksanaan penelitian.

 

 

3.5  Teknik Analisis Data

Subbab analisis data memuat tentang jenis analisis statistic yang digunakan. Dilihat dari metode yang digunakan, maka terdapat dua jenis statistic yang dapat diterapkan, yaitu statistik deskriptif dan statistic induktif (inferensial). Jika statistic induktif maka terdapat statistic parametric dan non-parametrik.

Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai, atau hipotesis yang hendak diuji. Oleh karena itu, yang lebih penting untuk diperhatikan dalam analisis data adalah ketepatan teknik analisisnya, bukan kecanggihannya.

Beberapa teknik analisis statistic parametric memang lebih canggih dan karenanya mampu memberikan informasi yang lebih  akurat jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam statistic non parametric. Penerapan statistic parametric secara tepat harus memenuhi beberapa persyaratan, sedangkan penerapan statistic non parametric tidak menuntut persyaratan tertentu.

Disamping penjelasan tentang jenis atau teknik analasis data yang digunakan perlu juga dijelaskan alasan pemilihannya, apabila teknik analisis data yang dipilih  sudah cukup dikenal, maka pembahasannya tidak perlu dilakukan secara panjang lebar. Sebaliknya jika teknik analisis data yang digunakan tidak sering digunakan (kurang popular) maka uraian tentang analisis perlu dijabarkan secara rinci.

Bab IV Hasil Penelitian dan Analisis

Pada umumnya penelitian yang bertujuan menguji suatu hipotesis, laporan mengenai hasil penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua bagian penting. Pertama, berisi uraian tentang karakteristik masing-masing variable. Kedua, memuat uraian tentang hasil pengujian hipotesis.

Bab hasil penelitian memuat subbab (a) Paparan data, (b) Analisis Data, (c) Pengujian hipotetsis, dan (d) pembahsan jika diperlukan.

 

4.1 Paparan Data  (Deskripsi Data)

Subbab ini memuat beberapa, utamanya yang berkaitan dengan temuan dan data yang didapat selama penelitian. Misalnya nilai siswa, hasil angket dalam bentuk skore atau data-data yang sifatnya kualitatif.

Dalam banyak penelitian, hasil yang sudah disajikan secara statistic atau grafik tidak dengan sendirinya bersifat komunikatif. Penjelasan terhadap hal tersebut masih diperlukan. Namun, bahasan pada tahap ini perlu dibatasi  pada  hal-hal yang bersifat factual, tidak mencakup pendapat pribadi (interpretasi) peneliti. Hal-hal yang berkaitan dengan rumus-rumus dan perhitungan yang digunakan untuk menghasilkan temuan-temuan tersebut diletakkan dalam lampiran yang ada.

 

 

4.2 Analisis Data

    Berisi hal-hal yang berkaitan dengan rumus-rumus dan perhitungan yang sesuai dengan statistic yang digunakan.  Dalam hal ini dapat berupa statistic parametric, non-parametrik, atau statistic deskriptif.

 

4.3 Pengujian Hipotesis

        Berisi paparan tentang hasil pengujian hipotesis yang pada dasarnya tidak berbeda dengan penyajian umum temuan penelitian untuk masing-masing variable. Hipotesis penelitian dapat dikemukakan sekali lagi dalam subbab ini, termasuk dalam penyajian secara berpasangan antara hipotesis nol dan hipotesis alternatifnya.

Masing-masing hipotesis diikuti cara pengujiannya serta penjelasan atas`hasil pengujian secara ringkas dan padat. Penjelasan terhadap hasil pengujian hipotesis ini terbatas`pada interpretasi atas angka statistic yang diperoleh dari perhitungan statistic.

 

4.4 Pembahasan

Subbab ini mempunyai arti penting bagi keseluruhan kegiatan penelitian. Tujuan pembahasan adalah (1) menjawab masalah penelitian, atau menunjukkan bagaimana tujuan penelitian dicapai (2) menafsirkan temuan-temuan penelitian (3) mengintegrasikan temuan penelitian kedalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan (4) memodifikasi teori yang ada atau menyusun teori baru, dan (5) menjelaskan implikasi lain dari hasil penelitian, termasuk keterbatasan temuan-temuan penelitian.

Dalam upaya menjawab masalah penelitian atau tujuan penelitian, harus disimpulkan secara eksplisit hasil-hasil yang diperoleh. Sementara itu, penafsiran terhadap temuan penelitian dilakukan dengan menggunakan logika dan teori-teori yang ada.

Pembahasan hasil penelitian menjadi lebih penting, jika hipotesis penelitian yang diajukan ditolak. Sebuah hipotesis ditolak, dibebabkan oleh banyak factor. Pertama, factor non-metodologis misalnya adanya intervensi variable lain sehingga menghasilkan kesimpulan yang berbeda dengan hipotesis yang diajukan. Kedua, karena kesalahan metodologis misalnya instrument yang digunakan tidak sachih atau kurang reliable. Selanjutnya dalam pembahasan perlu diuraikan lebih lanjut mengenai letak ketidaksempurnaan instrument yang digunakan. Penjelasan tentang kekurangan atau kesalahan yang ada akan menjadi salah satu pijakan untuk menyarankan perbaikan bagi penelitian sejenis diwaktu-waktu yang akan datang.

Pembahasan hasil penelitian juga bertujuan untuk menjelaskan perihal modifikasi teori atau menyusun teori baru. Hal ini penting jika penelitian yang dilakukan bermaksud menelaah teori. Jika teori yang dikaji ditolak sebagian hendaknya dijelaskan bagaimana modifikasinya, dan penolakan terhadap seluruh teori haruslah disertai dengan rumusan teori yang baru.

 

 

Bab V Penutup

        Bab penutup memuat beberapa hal penting yang berkaitan dengan kesimpulan dan saran-saran penting dalam sebuah penelitian.

 

5.1 Kesimpulan

Isi kesimpulan harus terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Dengan kata lain, kesimpulan terikat secara substantive terhadap temuan-temuan penelitian yang mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kesimpulan juga dapat ditarik dari hasil pembahasan, namun yang benar-benar relevan dan mampu memperkaya temuan penelitian yang diperoleh.

Kesimpulan penelitian merangkum semua hasil penelitian yang telah diuraikan secara lengkap pada Bab IV. Tata urutannyapun hendaknya sama dengan yang ada dalam bab tersebut. Dengan demikian, konsistensi dan tata urutan rumusan masalah, tujuan penelitian, hasil yang diperoleh, dan kesimpulan tetap terpelihara.

 

5.2 Saran-saran

Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada temuan penelitian, pembahasan, dan kesimpulan hasil penelitian. Saran hendaknya tidak keluar dari batas-batas lingkup dan implikasi penelitian.

        Saran yang baik dapat dilihat dari rumusannya yang bersifat rinci dan operasional. Artinya, jika orang lain hendak melaksanakan saran tersebut ia tidak mengalami kesulitan dalam menafsirkan atau melaksanakannya.  Saran dapat ditujukan kepada sebuah intitusi perguruan tinggi, pemerintah atau swasta,  atau pihak lain yang dianggap layak. 

 

 

Isi Bagian Akhir

Hal-hal penting yang tersarikan dalam bagian akhir sebuah karya ilmiah yang berupa skrispi adalah (a) Daftar Rujukan, (b) Lampiran-lampiran, (c) Daftar riwayat hidup.

 

Daftar Rujukan

Istilah lain untuk daftar rujukan adalah daftar pustaka. Dalam daftar rujukan bahan pustaka yang dimasukkan harus sudah dimasukkan dalam teks sebelumnya.  Artinya, bahan pustaka yang dipakai sebagai bahan bacaan akan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak perlu dimasukkan dalam daftar pustaka.  Sebaliknya untuk semua bahan pustaka yang telah disebutkan dalam teks, harus tercantum dalam daftar pustaka.

Istilah daftar pustakadigunakan untuk menyebut daftar yang berisi bahan-bahan pustaka yang telah dirujuk oleh penulis. Penulisannya spasi tunggal, sedangkan jarak antar rujukan spasi ganda.

Contoh penulisan bahan pustaka sebaga sumber

Purnomo, Dwi. 1999. Penguasaan Konsep Geometri pada Siswa Kelas II SLTP Berdasarkan Teori Perkembangan Berpikir van Hiele. Tesis tidak diterbitkan. Malang: Program Pascasarja IKIP Malang.

 

Jawa Pos. 1999,  1 Januari. Konsep yang Perlu Dikembangkan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Halaman 12.

 

Strunk, W., Jr. and White, E.B. 1990. The Elements of Style (3rd ed.) New York: Macmillan and Publishing Co.

 

Purnomo, Dwi. 2004. Keunggulan Problem Posing sebagai Pendekatan dalam Membelajarkan Soal Cerita pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar. PARADIGMA. Volume IV No. 11 Juni-Desember. Hal. 23-31.

 

Suryawidagsa. 1999,  4 April. Mengapa Matematika Penting. Jawa Pos. Hal. 11.

 

Karimi, M. 1987. Tatapraja Kepedulian Sebuah Analogi Kebudayaan Bangsa-bangsa Modern. Makalah disampaikan dalam Seminar Kolegial. Malang:  IKIP Budi Utomo Malang, 1 Desember.

 

 

Lampiran-lampiran

Lampiran hendaknya berisi keterangan-keterangan yang dipandang penting untuk sebuah karya ilmiah, misalnya instrument penelitian, data mentah, hasil penelitian, rumus-rumus statistika yang diperlukan, hasil perhitungan statistic, surat ijin dan bukti telah melaksanakan penelitian, dan lampiran lain yang dianggap perlu.

Untuk mempermudah pemanfaatnya, setiap lampiran harus diberi nomor urut lampiran dengan menggunakan angka Arab.

 

Riwayat Hidup

Riwayat hidup yang dicantumkan hendaknya secara naratif dan menggunakan sudut pandang orang ketiga (bukan menggunakan kata saya atau kami). Hal-hal penting yang perlu dicantumkan dalam riwayat hidup adalah nama lengkap penulis, tempat tanggal lahir, riwayat pendidikan, pengalaman berorganisasi, dan informasi tentang prestasi yang pernah diraih selama belajar terutama di perguruan tinggi maupun pada waktu dipendidikan dasar dan menengah. Bagi yang sudah berkeluarga dapat mencantumkan nama suami/istri dan putrid-putrinya.

Riwayat hidup diketik denganukuran spasi tunggal.

 

Contoh:

Dwi Purnomo dilahirkan pada tanggal 4 Desember 1964 di Nampirejo, Lampung Tengah, putra kedua dari Bapak dan Ibu Tarwadi. Pendidikan Sekolah Dasar ditamatkannya pada tahun 1976 dan SMP pada tahun 1979 di Lampung.

Pendidikan berikutnya dijalani di SMA Negeri I Metro, Lampung Tengah dan tamat pada tahun 1983. Pada tahun 1983 pernah terdaftar sebagai mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Metro. Tahun 1984 menjadi mahasiswa jurusan pendidikan Matematika FKIP Universitas Lampung dan Lulus pada tahun 1989. Selema menjadi mahasiswa Universitas Lampung mendapat beasiswa Tunjangan Ikatan Dinas (TID).

Setelah menikah dengan Dyah Anggraini pada tanggal 8 September 1990, kini telah dikarunia 3 anak masing-masing: Pandu Meidian Pratama (16 Mei 1991), Prisma Satya Wicaksana ( 1 Maret 1997) dan Sasmitha Caesar Putra (9 April 2004)

Pada tahun 1996 melanjutkan program Pascasarjan di IKIP Malang Jurusan Pendidikan matematika dan diselesaikannya pada tahun 1999.

Na,,, Apakah anda masih menganggap Skripsi bikin galau ? Sekaran anda jangan galau lagi dalam masalah menjalankan tugas akhir kuliah, anda juga dapat  Downloads Kumpulan Skripsi Sebagai Referensi dapat anda lihat pada  BAGIAN-BAGIAN PENTING DARI SKRIPSI.

Did you like this? Share it:
tags: , , ,

Leave a Reply